Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Infeksi Puerperalis

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Infeksi Puerperalis

Tidak semua proses melahirkan akan berjalan sukses. Ada kalanya muncul beberapa gangguan setelah melahirkan, salah satunya adalah infeksi puerperalis. Infeksi yang juga lebih sering disebut dengan infeksi nifas ini adalah infeksi yang terjadi setelah melahirkan atau ketika menyusui. Beberapa infeksi yang mungkin terjadi adalah infeksi lapisan rahim, payudara, dan saluran kemih.

Tanda-Tanda dan Gejala Infeksi Nifas

Kebanyakan ibu yang mengalami infeksi nifas akan mengalami demam hingga 38 derajat celcius, tidak enak badan, dan menggigil. Selain itu, ada juga tanda-tanda khusus yang muncul pada setiap jenis infeksi. Untuk infeksi lapisan rahim biasanya akan muncul nyeri di perut bawah dan keputihan. Pada infeksi payudara akan muncul area yang mengeras, merah, hangat, dan terasa sakit. Sedangkan infeksi pada saluran kemih akan terasa nyeri ketika buang air kecil.

Penyebab Infeksi Nifas

Beberapa yang mungkin menyebabkan munculnya infeksi nifas adalah flora kulit seperti Staphylococcus, Streptococcus, dan bakteri lainnya. Bakteri ini akan tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembap. Selain itu, bakteri seperti Escheria Coli juga bisa menyebabkan infeksi. Bakteri E. Coli ini bisa menyebabkan berbagai masalah di area vulva, endometrium, dan perineum.

Frekuensi Penderita Infeksi Nifas

Infeksi ini lebih sering ditemui di tempat yang memiliki tingkat kebersihan yang rendah atau pelayanan medis dengan kualitas yang buruk. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menghindari infeksi ini adalah memilih tempat yang benar-benar berkualitas dan bersih meski harus membayar lebih mahal. Ketika hal ini diperhatikan, maka risiko terkena infeksi nifas akan semakin kecil.

Mencegah Infeksi Nifas

Untuk mencegah terjadinya infeksi nifas bisa dilakukan baik itu selama kehamilan, saat persalinan, atau saat nifas. Selama kehamilan, ibu harus memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan berbagai gangguan lain dan berpengaruh pada sistem imunitas tubuh dan janin. Selain itu, melakukan hubungan seksual pada kehamilan tua juga sebaiknya jangan dulu.

Selama persalinan pula pencegahan infeksi nifas bisa dilakukan dengan membatasi kuman-kuman yang masuk dan membatasi adanya luka di jalan lahir. Selain itu, menjaga kebersihan ruang persalinan serta alat juga menjadi cara yang tepat untuk mencegahnya.

Pengobatan Infeksi Nifas

Untuk pengobatan, cara terbaik dan paling tepat adalah dengan membawa ke dokter kandungan. Ketika sudah merasakan tanda-tanda di atas, jangan tunda lagi untuk pergi ke dokter agar kondisinya semakin memburuk. Biasanya dokter akan memberikan makanan dengan kandungan yang dibutuhkan tubuh, memberikan infus, atau bisa jadi memberikan transfusi darah.

Demikian beberapa informasi penting mengenai infeksi nifas atau infeksi puerperalis. Masalah ini tidak bisa dianggap remeh karena setelah proses melahirkan, ibu masih memiliki tanggung jawab untuk memberikan ASI. Jika kondisi ibu tidak terlalu baik, hal ini akan mempengaruhi kualitas ASI yang diberikan.

Related Post