Pengelolaan Air Limbah Sebagai Upaya Pengolahan Air Bersih

Pengelolaan Air Limbah Sebagai Upaya Pengolahan Air Bersih

Pengelolaan air limbah merupakan proses yang dijalankan guna membersihkan atau menghilangkan limbah hasil rumah tangga, komersial, hingga kegiatan industri, sehingga air dapat dimanfaatkan kembali tanpa mendatangkan pengaruh negatif bagi lingkungan. Bagi dunia industri, kegiatan pengolahan air bersih ini seakan menjadi suatu kewajiban agar air limbah tidak merusak lingkungan sekitar.

Terbentuknya air limbah merupakan proses yang tak dapat terpisahkan dari kegiatan produksi salah satunya produk makanan. Para pelaku industri perlu memastikan air limbah tak akan merusak lingkungan melalui proses pengelolaan yang tepat.

Proses pengolahan air limbah tersebut kerap disebut dengan WWTP atau Waste Water Treatment Plant yang telah disesuaikan dengan standar nasional serta internasional.

 

Waste Water Treatment Plant (WWTP)

Nestle berkomitmen untuk melestarikan lingkungan dengan melakukan pengolahan air limbah menggunakan sarana WWTP yang telah disesuaikan dengan standar nasional serta internasional. Melalui proses tersebut, air limbah dapat diolah menjadi air bersih sehingga dapat memberikan manfaat bagi penduduk sekitar salah satunya sebagai sumber pengairan persawahan.

Pengolahan air bersih menggunakan sarana WWTP ini memproses air limbah menjadi air bersih dengan mengusung prinsip dasar menyeimbangkan, pengudaraan, serta penjernihan. Fasilitas ini setiap harinya menghasilkan kurang lebih 1300 meter kubik air bersih. Kualitas air yang dihasilkan pun dipantau secara ketat serta dilakukan pengambilan sampel secara berkala, sehingga kualitas air selalu terjaga.

Nestle juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar serta para petani guna membangun saluran air sepanjang 1,2 kilometer yang dibuat melalui jalur persawahan, sehingga kurang lebih 26 hektar sawah dapat memperoleh pasokan air dengan saluran air tersebut.

Metode tersebut tentu mendatangkan nilai positif pada lingkungan, karena petani tak lagi menggantungkan diri dengan pasokan air sumur guna kepentingan irigasi persawahan.

 

Proses Pengolahan Limbah

Proses pengolahan limbah umumnya terbagi menjadi 3 proses, yakni fase pemisahan atau separation phase, oksidasi atau oxidation, serta polishing.

Pada fase pemisahan, terjadi pengolahan limbah cair menjadi bentuk padatan dan cairan. Hasil limbah padat nantinya akan diolah melalui proses oxidation ataupun polishing. Padatan lemak dan minyak umumnya akan diolah melalui saponifikasi, sedangkan padatan lumpur akan diolah melalui proses dewatering.

Berlanjut ke tahap oksidasi atau oxidation, dimana proses tersebut mengindikasikan jumlah dari senyawa organik pada limbah. Dengan proses oksidasi, nilai COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) pada limbah dapat direduksi dan toksisitas akibat dari bahan pencemar pun dapat dikurangi sebelum akhirnya dibuang ke lingkungan.

Pada tahap terakhir terdapat proses polishing. Kondisi air limbah tertentu umumnya kualitasnya bersifat fluktuatif, sehingga diperlukan pengaturan parameter seperti pH ataupun perlakuan tambahan lain sebelum akhirnya dibuang ke lingkungan. Proses polishing akan dilakukan bergantung dari hasil kualitas limbah setelah diperlakukan sebelum akhirnya dibuang atau dipergunakan kembali.

 

Itulah proses pengelolaan air limbah sebagai upaya pengolahan air bersih demi kelestarian lingkungan hidup yang dilakukan oleh Nestle.

Related Post