Pengertian Taksonomi Bloom dan Manfaatnya

Pengertian Taksonomi Bloom dan Manfaatnya

Taksonomi Bloom sendiri salah satu metode belajar modern yang sangat sistematis dilakukan oleh seorang Guru atau Pengajar dalam mengambil penilaian dari tingkat terendah sampai tertinggi berdasarkan tabel yang sudah dirancang oleh penemu teori ini yakni Benjamin S. Bloom.

Benjamin S. Bloom sendiri melakukan sebuah kajian yang terbagi menjadi tiga bagian proses belajar, atau learning proces untuk mendapatkan kesimpulan terhadap tingkat belajar siswa dikelas diantaranya adalah :

  1. Asepek Kognitif
  2. Kemudian aspek Afektif dan terakhir Keterampilan yang akrab disebut dengan taksonomi bloom

Tiga aspek ini akan terus berulang dilakukan dalam setiap materi pembelajaran jenis apapun jika kita berbicara pada unsur pembelajaran mikro di sekala kelas atau sekolah baik SMP dan SMA misalkan.

Baca Juga : https://www.daftarpustaka.org/taksonomi-bloom/

Pengertian Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom merupakan sebuah cara pengidentifikasian sebuah jenjang keahlian dari seorang murid siswa siswi dari tingkatan paling bawah sampai tertinggi dan nantinya akan dikonfersi menjadi angka angka mutlak.

Teori ini muncul pertama kali di Amerika Srikat dimana yang bersangkutan sebagai pencetus Benjamin S. Bloom mencoba melakukan sebuah pengamatan mendalam tentang hasil belajar pada siswa disebuah sekolah di Amerika.

Kemudian setelah lama, Benjamin mencoba melakukan hipotesa sampai dengan tahap evaluasi dan uji coba kepada siswa dari penghafalan materi atau pengulangan. Disini Bloom mengambil kesimpulan jika siswa yang bisa dan mampu menghafal dengan baik maka mereka sejatinya berada pada level paling awal atau rendah.

Sedangkan dalam level lanjutan ujicoba kepada siswa yang mampu menganalisa, berpikir mengembangkan sebuah topik menjadi lebih luas dan ter arah Bloom menyebut mereka sudah sampai pada level yang lebih tinggi dari yang pertama.

Inilah yang menjadi awal cikal bakal model pembelajaran di Indonesia saat ini menekankan pada proses pembelajaran yang berorientasi pada siswa bukan guru. Jadi siswa lebih di dorong aktif sedangkan guru lebih ke sisi fasilisator.

Manfaat Taksonomi Bloom

Secara singkat model pembelajaran menggunakan metode Bloom ini akan mendorong lahirnya siswa siswa cerdas yang memiliki basic pemikir bukan penghafal. Karena menghafal tanpa pemahaman sama saja tidak efektif.

Bloom mendorong siswa memahami apa yang mereka pelajari, mencari solusi apa yang mereka hafalkan dan tentu saja pada tingkat lanjut mampu mengaplikasikan dalam tindakan nyata dalam kehidupan dan bermanfaat bagi banyak orang.

Related Post